Senin, 26 Desember 2011

Pengalaman .

Ungkapan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga memang merupakan sebuah realita. Realita dimana hal tersebut membawa kita menuju tahap pendewasaan yang berikutnya. Buatku, pengalaman membawaku perlahan meninggalkan pemikiran labil yang dimiliki hampir seluruh remaja di dunia. Salah satu sahabatku pernah berkata , "nduk, jangan malu kalo kamu sekarang masih labil. Setiap orang pasti pernah lewat masa labil. Akupun juga, tapi yang penting jangan labil terus menerus. Itu hanya bagian dari sebuah proses. Tapi dari si Labil itu tadi lah kita bisa dapat banyak pelajaran yang nantinya pelajaran itu bakal kita inget terus sampe tua" @griaRizkii

Hal pertama yang aku pikirkan adalah instrospeksi atas semua yang sudah aku lakukan. Benarkah apa yang aku lakukan ? Aku menyadari apa yang salah dari aku dan aku tidak mengklaim diriku sebagai yang paling benar . Instrospeksi , satu kata penting ketika kita merasa ada yang salah dalam hal hubungan kita dengan orang lain . Aku instrospeksi mati - matian semalam yang menghasilkan sebuah perasaan yang tak bisa dijelaskan ketika paginya . Introspeksi tentang pengalaman ku , tentang hidupku . Rasanya seperti nge Rewind semua rekaman kejadian - kejadian yang ada di otak sini dan pada akhirnya bermuara pada pengalaman - pengalaman yang gak mungkin dilupain. Pengalaman yang membawa pelajaran hidup berharga.

Semua pengalaman yang aku dapat kemarin , hari ini , dan seterusnya , aku janji bakalan simpen semuanya . Aku janji untuk nggak mengulangi pengalaman negatif , meskipun kesalahan tidak 100% ada padaku. Namun sebaiknya aku menghindari hal - hal pemicu kesalahan ku . Hari ini aku merasa benar - benar ditegur , ditampar sama Allah . Aku disadarkan bahwa tidak semua yang aku anggap benar itu memang benar . Allah menunjukkan banyak pelajaran hari ini . Allah memberikan pemikiran bersih , hati lapang dada hari ini , menghilangkan egoistikku dan memberikan sabar yang berlimpah ...
Terima kasih ya Allah, tolong mudahkan jalan ku ... 



2 komentar: