Rabu, 17 Oktober 2012

bukankah senyum lebih indah daripada tangisan ?

chit chat singkat w/ mamah pagi ini bikin aku nemuin satu jawaban pas untuk siapapun yang bertanya kenapa aku seakan cepat menyembuhkan luka yang aku berani sumpah kalo di analogikan sama luka fisik , ini luka bukan kayak sekedar luka goresan but it looks like you cut meet into pieces . hancur , perihnya gak main main juga ...
Oke, kali ini main analogi saja ya .. karena aku pikir jika ini diandaikan sesuatu yang berupa fisik mungkin lebih dapat dimengerti siapa aja .

It feels like : you have scars ... a huge scars on your skin . Di bawah kulit ada daging kan ya . nah pada awalnya luka tersebut hanya berupa goresan . ketika cerita ini berlangsung beberapa waktu lalu, aku sebagai orang yang menerima sang pelaku apa adanya, aku tak begitu menghiraukan sakit dari goresan ini . tapi entah kenapa , lama lama goresan nya makin dalam dan mulai berdarah . mungkin terkesan agak picisan , i realize it , tapi aku punya harapan gaees . jalan tidak selamanya mulus, tapi beberapa meter lagi pasti ketemu jalan mulus lagi ...
terus bertahan dengan itu namun pada bagian akhir cerita lukanya sudah menganga jauh lebih lebar dari awal mula terbentuknya ... 
dan di sini aku memutuskan untuk menyerah . kusudahi saja ... 
tangan Tuhan mulai bekerja di sini , Ia membantu menyembuhkan dengan cara dan rencanaNya . sedangkan ketika Tuhan membantuku dengan rencananya , aku ikut menyembuhkan diriku sendiri dengan "memaksa mencabut plester yang sebelumnya melindungi luka ini dengan sangat rapat ketika masa masa aku bertahan. aku biarkan dia sembuh alamiah dengan tak bermanja manja memelihara rasa sakitnya ." 

intinya , semakin lama aku manja dengan sakit yang aku rasakan , sakitnya akan bertahan lama . siapa yang tahan bertahun tahun memelihara rasa sakit ? aku yakin tidak ada seorangpun yang mau terbelenggu oleh sakit . jadi, kenapa aku tampak cepat merecover hatiku ? sebenarnya bukan 'cepat negatif' seperti yang banyak orang sangkakan, tapi aku memaksa diriku sendiri untuk bangun , mencabut dengan paksa semua memori demi fokus kepada step hidup yang baru ini dan meninggalkan sakit yang kemarin . dan fokus ku sekarang tidak main - main ... aku serius . past is just past . i have new life now ! i don't wanna bring past into my present life ! yang lalu dan sekarang bukan untuk dicampur adukkan . 
apa gunanya aku masih tampak memelas dan terus menerus hidup dalam mendung ? kenapa menangisi orang  yang perasaannya sudah kosong terhadap kita ? 
look out , ada yang lebih menghargai kita sebagai wanita seutuhnya . bukankah lebih nyaman 'tersenyum' daripada terus 'menangis' ? 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar